Suara TUHAN

Sejak masih muda KH. Amanullah (Tambak Beras) memang terkenal sebagai santri yang cerdik dan banyak akal. Pada waktu masih muda banyak diantara teman-teman santrinya yang suka menjalankan riyadlah’ dengan melakukan puasa, wirid dan sebagainya. Hal ini dilakukan selain sebagai upaya mensucikan kondisi spiritual (batin) juga sebagai upaya memperoleh berkah dari Allah.

Pada suatu hari ada seorang santri yang sedang melakukan riyadlah (olah rohani). Mengetahui hal ini Gus Aman (panggilan akrab KH. Amanullah) bertanya pada yang bersangkutan: “Kapan sampeyan telasan (berakhir) melakukan riyadlah?” Santri tersebut menyatakan bahwa telasannya malam Jum’at. Mendengar jawaban tersebut Gus Aman menyarankan agar wirid telasan dilakukan di sudut imaman Masjid, agar do’anya makbul.

Pada malam yang ditentukan, santri tersebut benar-benar menjalankan saran Gus Aman. Tepat jam 01.00 malam dia wirid dan berdo’a dengan sangat khusu’nya. Diam-diam Gus Aman ngintip dari lubang ventilasi. Kemudian dengan suara yang dibuat bergetar Gus Aman bilang : “njaluk opo ngger?” (minta apa cucuku).

Mendengar pertanyaan ini sang santri langsung teriak sambil menangis : “Ya Allah, kulo nyuwun ilmu ingkang manfa’at, nyuwun akal ingkang padang, nyuwun rizqi ingkang kathah lan derajad ingkang murwat.” (Ya Tuhan, aku mohon ilmu yang bermanfaat, akal yang jernih, rizki yang banyak dan derajat tinggi).

Mayat di pijit

pada suatu malm 23 ramadhon,tengah malam kami sedang asik ngobrol sambil mengharap malam lailatul qodar datang malam itu,tiba2 ada seorang datang sambil tergopoh gopoh,,,assalaamu'alaikum..kt orang itu....wa'alaikumsalam...kami menjawab...
mas.....q naluk tulung lah,pd arg umaeh bapaku yuh....bpku ws meneng bae...kata orang tadi.
kamipun bergegas langsung ikut....
sesampai disana,kami lihat seorang terbaring lemas di ranjang..
kami mendekat..dan kami pegang sangt dingin...
di pegang tanganya,detak jantung sudh tak ada....
dalam hati berucap..wahhhhh...ini dah meninggal pa yh..????
teman kami blm tau lo beliau sdh sda krna teman kami tak memegang tanganya..
teman kami langsung mencari jahe untuk di parut dan di oleskan ke tubuh orang tadi...
kami diam saja....sbnarny sangt ingin tertawa tp kami tahan...dalam hati kami berucap.....uwalahhhhh wong ws mati malah di parutna jahe.....men urip maning pa piwe..????
teman kami dh kembali mencari jahe....kami langsung membisikinya...nu ws mati ket mau bos,,,,go ngapa jahene......teman kamipun menjawab.asem yh ra ngomong ket mau koh.....
hahahaahahaha.....uwalahhhh...bose bose....wong mati malh rep di pijeti,ndarani masuk angin........

Kisah Syech Tursan

Kisah Syech Tursan (Nutur Gesan - "memunguti bekas rokok )

Di salah satu pesantren di purwokerto, hampir seluruh santri merokok. Ketika sebagian santri bru kembli dr rumah, santri itu langsung pamer rokok.
Pertama kampleng pamer "ki rokoku enak, seger.. Mbok ana sing arep ya m0ngGo.. Gratis lah" rokoknya Djarum Super.
lalu santri lain yg bru pulang rumah tak kalah pamer. Ia ( panggil saja harun )
ia lalu memamerkan rokoknya. " kie rokoku, enak.. Ra kalah karo Djarum Super, rokoku langsing..wakakak" rokoknya LA.
Ada santri lain yg tak mau kalah. Ia (sebut saja Anwar).
Ja pada s0mb0ng, kiye aku ngGawa Dji Sam Soe be meneng bae koh, ra s0mb0ng. Kie mbok ana sing njaluk.
Setelah itu ada santri yg lama gak pulang ( panggil saja Toha) ia lgsung bicara, "pada s0mb0ng bgt si. Kie rokoku. Paling enak se dunia. Cita rasa alami. Rasa rokok Dji Sam Soe ana, rasa Djarum Super ana, rasa LA ya ana.. Tambah secangkir kopi. Tambh enak.. Wakakakaka
tandas Toha.

KENDURI SANDAL

sehabis jamaah sholat isyak (jangan ditiru):
tradisi banca'an /kenduri sedekahan didaerah kami biasa dilkukan ada yg dirumah2 mngundang ttangga dekat ada yg dibawa kemusholla/langgar untuk disedekahkan para jamaah sholat berupa asahan/tumpeng,
tiap hbis isyak byk remaja2 yg bljar ngaji sama imam mushlla namanya mbah juri.
spt biasa remaja2 brkumpul mnunggu untuk ngaji sehabis jmaah isyak,
slamet adalah murid ngaji mbah juri yg paling ndablek/nakal.klo berangkat ngaji mesti terlambat dan jrang ikut jamaah isyak,gara2 sering terlambat brgkat ngaji slamet gk kbagian nasi tumpeng klo ada acara kendurian dimusholla krna sllu telat dtangnya,rupanya slamet mnyimpan rencana krg trpuji pd teman2nya dn jamaah mushlla,pd suatu hari slamet sengaja berangkat kemusholla disaat brlangsung jamaah sholat isyak sambil mbwa satu ember besar,tnp ada yg thu ditaruhlah ember yg ditutpi daun pisang itu diteras/balai musholla,slamet pun sgra ikut brjamaah mskpun ktinggaln rekaat,stelah jmaah slesai biasanya tk lngsung bubar mnunggu acara kendurian dulu,tanpa curiga slamet mmbawa ember itu ketengah pra jamaah,"yg punya hajat siapa met?"tanya mbh juri,dg ringan slamet menjawab"mboten sumerap mbah juri,jamaah yg lain jg gk ada yg merasa mbawa ember itu,ahirnya tnpa bnyak tanya mbah juri segera mendoakan dan para jamaah mngamininya,setelah slsai brdoa dibukalah tutup ember/tumpeng itu oleh slah satu jamaah betapa kagetnya,ternyata isinya sandal byak sekali,dgn nada marah mbh juri bertanya"siapa yg brbuat kurang

Lebih baik menghafalkan kitab dari pada membuat facebook

Ada seorang santri dari pesantren lirboyo yang di utus pihak pesantren untk membant pesantren Al Hidayah Purwokerto dlm mengaji. Ketika sudah di Pesantren Al Hidayah, santri dri Lirboyo di tanya Santri Al Hidayah. Tad, ustadz, ndue aku Facebook ra.. 
Santri lirboyo menjawb "Hah, Facebook si opo.. Ga ngerti.."
santri Al Hidayah " kae loh tadz, cetingan.
Santri lirboyo "og yo, ngopo si, aku dur0ng ndue ogh, gaweken yo.
Karena Santri Al Hidayah mau ada kuliah, akhrnya Santri dr lirboyo brngkt sndiri ke warnet, kbtlan dak jauh dr Pesantren. Setelah utak utik gak karuan, tak disangka santri Al Hidayah bertmu di warnet dg santri lirboyo. Lalu berkata.
"uwih.. Gaul ya tadz, pie iso nggawe facebook ra..
Lalu santri lirboyo berkata " owalah, mending aku lalaran kitab,dri pdo yo ngene.. mumet aku nggawe fasebook..
Santri it ktawa lepas...

Do`a Masuk WC sebagai do`a utama Tahlilan

Sudah menjadi kelaziman di pesantren setiap malam Jum’at ba’da sholat Magrib membaca Yasin dan tahlil untuk mendoakan keluarga masing-masing santri, sehingga hampir semua santri hafal di luar kepala tentang bacaan Yasin dan Tahlil.

Terdapat santri baru, sebut saja namanya Asmuni. Santri Baru Asmuni cinta sekali dengan kyai sehingga seluruh gerak-gerik yang dilakukan meniru gaya kiyai, dari cara bicara, cara berjalan, ketika becanda, gaya marahnya kyaipun ditiru, bahkan gaya pidato KH Zainunddin MZ da’i sejuta umat, tak luput di tiru pula.

Dan sudah menjadi tradisi ketika ada tetangga Pesantren yang meninggal dunia atau sekedar mendoakan keluarga, santri pesantren turut di undang oleh masyarakat lingkungan untuk sekedar turut mendo’akan dan berbaur bersama-sama dengan mesayarakat, tak luput Santri Baru Bsmuni, juga turut dalam rombongan itu.

Sepakat santri senior mengerjain Santri Baru Asmuni, saat pelaksanaannya Santri Baru Asmuni di daulat untuk memimpin tahlil.

“Monggo ustadz katuran” , di persilakanlah Santri Baru Asmuni untuk memimpin.

Sarjana HO`OH.

suatu ketika bill clinton semasa menjadi president AS mengutus ajudannya ke indonesia. tepatnya di jakarta, sang ajudan ini mencari jl sudirman, salah satu protokol  di ibukota. sebenarnya ia telah menemukan jalan yang dicari, hanya saja ia masih merasa ragu apakah itu bener bener jalan sudirman atau bukan, untuk memastikannya ia bertanya kepada orang yang ditemui.
sambil berjalan ajidan clinton bertemu dengan penjual rokok asongan. dan ia bertanya
"Pak, apakah ini jalan sudirman,"
"Ho`oh.. jawab penjual rokok singkat.
namun orang amerika itu tetap berjalan namun masih ada yang mengganjal di pikirannya, kemudian ia berjalan menuju pos polisi  yang tak begitu jauh.
"pak.... apakah ini jalan sudirman... tanya si ajudan.
"betul pak" jawab seorang polisi dari dalam pos nya. kemudian orang amerika ini meneruskan perjalannya. ia nampak bingung lagi.. pertanyaan satu jawabannya 2 berbeda beda. lalu ia memutuskan untuk bertanya lagi kepada salah seorang yang sedang jalan jalan di pinggir jalan, tak lain laki laki itu adalah Gus Dur.
"pak.. apakah ini jalan sudiraman," tanya ajudan kepada Gus Dur.
"ya, Benar" jawab Gus Dur.....